Edukasi Bencana pada Anak: Belajar dari Peristiwa Banjir di Sumatera – Tragedi yang terjadi di Sumatera memberikan dampak traumatis cukup besar. Tidak hanya untuk orang dewasa namun juga mental anak-anak. Terlebih anak yang kehilangan anggota keluarganya. Bencana yang terjadi cukup besar sehingga berdampak besar juga untuk masyarakat. Lebih dari 900 orang meninggal dunia dan satuan lainnya dinyatakan hilang.
Meski begitu, pemerintah urung menetapkan banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera sebagai bencana nasional. Edukasi anak penting dilakukan baik oleh pemerintah dinas terkait hingga orang tua. Membangun kesadaran akan bencana bisa dilakukan sejak usia dini.

4 Cara Efektif Membangun Kesadaran Anak dari Bencana Banjir
Semua orang tentu sepakat bahwa anak usia dini cenderung lebih cepat menyerap informasi dari orang lain dengan cara yang menyenangkan. Membangun kesadaran dengan cara efektif adalah langkah tepat. Pada usia ini, anak lebih aktif dan mudah tertarik pada hal beberapa hal seperti permainan dan visual bergambar. Simak rangkaian edukasi di bawah ini:
1. Melalui Pendekatan Kreatif
Bermain menjadi salah satu cara paling tepat agar anak bisa menyerap informasi dengan baik. Ajak mereka untuk belajar mengenal pentingnya pengetahuan tentang bencana dengan bernyanyi, permainan, atau aktivitas seni lainnya. Gunakan visual animasi lucu dan berbagai jenis buku cerita yang menggambarkan bencana.
2. Simulasi Sederhana dan Latihan Bertahan Hidup
Pastikan anak-anak tahu cara sederhana dalam bertahan hidup. Apa saja hal yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana. MIsalnya menunduk atau berlindung di bawah meja ketika terjadi gempa, atau mencari tempat lebih tinggi ketika banjir. Latihan evakuasi semacam ini bisa dilakukan dengan penerapan belajar yang interaktif.
3. Didukung dengan Teknologi Interaktif
Perkenalkan juga beberapa teknologi pendukung interaktif yang bisa dijadikan bahan ajar untuk anak-anak. Seperti penggunan aplikasi edukasi VR atau disebut juga Virtual Reality. Pembelajaran semacam ini cukup mendukung dalam penyampaian informasi agar mendapatkan respon anak.
4. Didukung dengan Kurikulum dan Peran Tenaga Pendidik
Membangun kesadaran akan bahaya bencana kepada anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua. Namun juga beberapa komunitas dan instansi pemerintahan. Seperti halnya peran tenaga pendidik yang harus ikut aktif. Kurikulum pembelajaran, perlu disisipi bahan ajar mengenai pentingnya edukasi tentang tanggap darurat bencana sejak dini.
Baca Juga : Bencana Banjir Melanda: Edukasi Anak tentang Risiko Banjir & Perlindungan Diri
Ada beberapa kegiatan sekolah yang bisa dikembangkan dengan potensi keberlanjutan, seperti pengadaan Hari Kesiapsiagaan Bencana. Dimana anak diberikan kegiatan khusus untuk fokus pada pendidikan kebencanaan. Tidak hanya itu, libatkan ahli bencana untuk memberikan edukasi mendalam mengenai jenis bencana dan cara cepat menghadapinya.
