{"id":2311,"date":"2024-02-26T09:39:44","date_gmt":"2024-02-26T09:39:44","guid":{"rendered":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/?p=2311"},"modified":"2026-04-06T14:33:36","modified_gmt":"2026-04-06T07:33:36","slug":"tips-pola-asuh-co-parenting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/tips-pola-asuh-co-parenting\/","title":{"rendered":"Co Parenting: 4 Tips Anti Panik Asuh Anak Pasca Cerai"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><em>Co Parenting, 4 Cara Pola Asuh Anak Setelah Bercerai<\/em><\/strong> &#8211; Pernikahan adalah suatu perkara yang sangat sakral. Idealisme kebanyakan orang sangat ingin menikah hanya satu kali dalam seumur hidupnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Apapun penyebabnya itu, sayangnya perceraian tidak dapat terhindarkan. Sehingga merupakan hal penting bagi orang tua agar menerapkan <em>co parenting<\/em> untuk kesehatan mental anaknya setelah bercerai.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Co-Parenting-Tips-Pola-Asuh-Anak-Setelah-Bercerai-2-1024x768.webp\" alt=\"co parenting\" class=\"wp-image-2348\" style=\"aspect-ratio:16\/9;object-fit:contain\" srcset=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Co-Parenting-Tips-Pola-Asuh-Anak-Setelah-Bercerai-2-1024x768.webp 1024w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Co-Parenting-Tips-Pola-Asuh-Anak-Setelah-Bercerai-2-300x225.webp 300w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Co-Parenting-Tips-Pola-Asuh-Anak-Setelah-Bercerai-2-768x576.webp 768w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Co-Parenting-Tips-Pola-Asuh-Anak-Setelah-Bercerai-2-1536x1152.webp 1536w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Co-Parenting-Tips-Pola-Asuh-Anak-Setelah-Bercerai-2.webp 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><span style=\"letter-spacing: 0.6px;\">\u00a9<\/span> pexels<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n<div role=\"navigation\" aria-label=\"Table of Contents\" class=\"simpletoc wp-block-simpletoc-toc\"><h4 class=\"simpletoc-title\">Table of content<\/h4>\n<style>html { scroll-behavior: smooth; }<\/style><ul class=\"simpletoc-list\">\n<li><a href=\"#0-inilah-beberapa-tips-co-parenting-yang-tepat-setelah-bercerai-\">Inilah Beberapa Tips Co Parenting yang Tepat Setelah Bercerai<\/a>\n\n\n<ul><li>\n<a href=\"#1-buat-komitmen-bersama-\">Buat Komitmen Bersama<\/a>\n\n<\/li>\n<li><a href=\"#2-singkirkan-sikap-egois-dan-kebencian-\">Singkirkan Sikap Egois dan Kebencian<\/a>\n\n<\/li>\n<li><a href=\"#3-hindari-pertengkaran-di-depan-anak-\">Hindari Pertengkaran di Depan Anak<\/a>\n\n<\/li>\n<li><a href=\"#4-bersikap-fleksibel-\">Bersikap Fleksibel<\/a>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li><\/ul><\/div>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"0-inilah-beberapa-tips-co-parenting-yang-tepat-setelah-bercerai-\">Inilah Beberapa Tips Co Parenting yang Tepat Setelah Bercerai<\/h2>\n\n\n<p>Angka perceraian yang semakin meningkat, membuat kesadaran pasangan bercerai untuk menerapkan konsep ini juga semakin besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas bagaimana cara yang benar? Yuk simak ulasannya di bawah ini:<\/p>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"1-buat-komitmen-bersama-\">Buat Komitmen Bersama<\/h3>\n\n\n<p>Sudah sepantasnya, orang tua sadar dan tidak egois.<em> <\/em>Teknik <em>co parenting<\/em> yang paling utama dalam membangun komitmen bersama dengan mantan pasangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Cobalah untuk secara terbuka berpikir mengenai pola asuh anak dengan membnagun komukasi yang baik.<\/p>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"2-singkirkan-sikap-egois-dan-kebencian-\">Singkirkan Sikap Egois dan Kebencian<\/h3>\n\n\n<p><em>Co parenting<\/em> ini akan berjalan baik jika Anda bisa meredam emosi dan egoisme dengan mantan pasangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Memang cukup sulit, namun inilah yang orang tua perlukan agar membuat anak tetap merasa nyaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Prioritas utamanya adalah keselamatan mental dan stabilitas anak di masa depan.<\/p>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"3-hindari-pertengkaran-di-depan-anak-\">Hindari Pertengkaran di Depan Anak<\/h3>\n\n\n<p>Memang sulit menghindari segala jenis konflik, terkadang masih ada percikan yang membuat Anda harus beradu argumen dengan mantan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebisa mungkin hindari pertengkaran seperti ini serta jalin komunikasi baik untuk meminimalisir dampak negatif bagi anak.<\/p>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"4-bersikap-fleksibel-\">Bersikap Fleksibel<\/h3>\n\n\n<p>Ketika berbagi hak asuh anak, hal yang penting orang tua lakukan untuk menerapkan <em>co parenting <\/em>adalah bersikap fleksibel.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda harus bersiap untuk bertukar peran jika suatu saat diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:14px\"><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/agar-anak-terbuka-dan-penurut\/\">6 Hal yang perlu diketahui Agar Anak Terbuka dengan Orang tuanya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu baik ayah maupun ibu, memiliki peran sendiri yang pasti menjadi kebutuhan oleh buah hati.Tampung semua yang menjadi beban anak untuk dipecahkan bersama-sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Pola asuh ini memang tidak semudah yang orang tua bayangkan. Namun dengan teknik yang tepat secara, lambat laun seorang anak akan mengerti dengan keadaan yang sedang terjadi dan mencoba untuk berdamai karena melihat orang tua bahagia meskipun tidak bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasangan yang bercerai pasti menimbulkan perubahan sikap terhadap pola asuh anak. Dengan penerapan <em>co parenting<\/em> yang benar, dampak negatif <em>broken home<\/em> dapat diminimalisir. Meskipun tentu saja ada perubahan mental dan psikis baik besar maupun.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Co Parenting, 4 Cara Pola Asuh Anak Setelah Bercerai &#8211; Pernikahan adalah suatu perkara yang sangat sakral. Idealisme kebanyakan orang sangat ingin menikah hanya satu kali dalam seumur hidupnya. Apapun penyebabnya itu, sayangnya perceraian tidak dapat terhindarkan. Sehingga merupakan hal penting bagi orang tua agar menerapkan co parenting untuk kesehatan mental anaknya setelah bercerai. Inilah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":2347,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[197,81,82],"class_list":["post-2311","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-co-parenting","tag-parenting","tag-tips-parenting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2311","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2311"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2311\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2347"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2311"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2311"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2311"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}