{"id":2521,"date":"2024-04-19T18:29:01","date_gmt":"2024-04-19T18:29:01","guid":{"rendered":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/?p=2521"},"modified":"2026-04-05T11:39:30","modified_gmt":"2026-04-05T04:39:30","slug":"mengapa-ada-hari-kesehatan-mental-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/mengapa-ada-hari-kesehatan-mental-anak\/","title":{"rendered":"Peringatan Hari Kesehatan Mental Anak, Mengapa Begitu Sangat Berarti?"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><em>Makna Penting dan Mendalam Dibalik Hari Kesehatan Mental Anak &#8211; <\/em><\/strong>Sebuah survei yang dilakukan <em>Verywell Mind <\/em>memperlihatkan hasil yang mengejutkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih dari itu, 1 dari 3 responden atau 35% peserta survei menyebutkan bahwa anaknya menunjukkan gejala gangguan emosi setidaknya sekali seminggu.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-style-default has-medium-font-size is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Survei yang diberi judul <em>Mental Health Days &amp; Kids<\/em> tersebut menunjukkan bahwa 54% orang tua khawatir dengan kesehatan mental buah hatinya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Penemuan tersebut, menurut Allison Slater Tate, kita perlu menanggapinya dengan serius. Sebagai profesional yang bekerja di bidang konseling, Allison menjelaskan bahwa orang tua perlu memikirkan solusi yang tepat bagi anak-anaknya.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"556\" src=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/mengapa-ada-hari-kesehatan-mental-anak-1024x556.webp\" alt=\"kesehatan mental anak\" class=\"wp-image-2530\" style=\"aspect-ratio:16\/9;object-fit:contain\" srcset=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/mengapa-ada-hari-kesehatan-mental-anak-1024x556.webp 1024w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/mengapa-ada-hari-kesehatan-mental-anak-300x163.webp 300w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/mengapa-ada-hari-kesehatan-mental-anak-768x417.webp 768w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/mengapa-ada-hari-kesehatan-mental-anak-1536x834.webp 1536w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/mengapa-ada-hari-kesehatan-mental-anak.webp 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><span style=\"letter-spacing: 0.6px;\">\u00a9<\/span> pexels<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n<div role=\"navigation\" aria-label=\"Table of Contents\" class=\"simpletoc wp-block-simpletoc-toc\"><h4 class=\"simpletoc-title\">Table of content<\/h4>\n<style>html { scroll-behavior: smooth; }<\/style><ul class=\"simpletoc-list\">\n<li><a href=\"#0-hari-kesehatan-mental-anak-jadi-solusinya\">Hari Kesehatan Mental Anak Jadi Solusinya<\/a>\n\n<\/li>\n<li><a href=\"#1-manfaat-hari-kesehatan-mental-anak\">Manfaat Peringatan Hari Tersebut<\/a>\n\n<\/li>\n<li><a href=\"#2-dukungan-orangtua-di-hari-kesehatan-mental-anak\">Dukungan Orang tua di Hari Kesehatan Mental Anak<\/a>\n\n<\/li>\n<li><a href=\"#3-perlunya-pengawasan\">Perlunya Pengawasan<\/a>\n<\/li><\/ul><\/div>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"0-hari-kesehatan-mental-anak-jadi-solusinya\">Hari Kesehatan Mental Anak Jadi Solusinya<\/h2>\n\n\n<p>Seorang anak tingkat SMA bernama Abby menyatakan pada Allison bahwa ia tak memiliki hari khusus untuk menyegarkan pikirannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai siswa yang belajar di sekolah prestisius, International Baccalaureate, ia merasa gugup bila sampai tidak hadir di sekolah. Sebab itu artinya ia akan ketinggalan pelajaran selama seminggu.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ditanya Allison bagaimana ia menyegarkan pikirannya, Abby menjawab bahwa ia akan menunggu waktu sampai dirinya benar-benar jenuh. Barulah saat itu, ia merasa perlu beristirahat.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal yang Abby lakukan adalah fenomena umum di kalangan siswa berprestasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Padahal bagi Allison, para siswa tersebut tak perlu harus menunggu kondisinya merasa jenuh untuk menyegarkan pikiran. Mereka bisa mengalokasikan waktu khusus untuk memperbaiki kesehatan mentalnya.<\/p>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"1-manfaat-hari-kesehatan-mental-anak\">Manfaat Peringatan Hari Tersebut<\/h2>\n\n\n<p>Sesekali tidak masuk sekolah untuk menyegarkan kembali raga dan pikiran ternyata memberikan dampak yang signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Masih dari survei <em>Verywell Mind<\/em>, mengalokasikan waktu untuk \u201a\u00c4\u00fahari kesehatan mental\u201a\u00c4\u00f9 terbukti berimbas positif bagi 77% anak yang menjalaninya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai akibatnya, performa anak justru semakin membaik. Banyak pendidik di Amerika pun sudah menyadari kebermanfaatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka menganggap tidak masuk sekolah untuk menjaga mental sama validnya dengan tidak masuk sekolah karena alasan lain seperti sakit fisik.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan tak sedikit pendidik yang mendukung orang tua serta anaknya untuk sesekali tidak masuk sekolah agar bisa menyegarkan pikiran.<\/p>\n\n\n\n<p>Apalagi saat ini, beban belajar dan kompetisi pasca sekolah juga demikian berat.<\/p>\n\n\n\n<p>Belum lagi, dunia sedang riuh dengan berbagai isu besar yang dapat mempengaruhi psikis anak.<\/p>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"2-dukungan-orangtua-di-hari-kesehatan-mental-anak\">Dukungan Orang tua di Hari Kesehatan Mental Anak<\/h2>\n\n\n<p>Mengalokasikan waktu khusus untuk hari kesehatan mental anak bisa dilakukan dengan berbagai cara.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mayoritas responden yang disurvei <em>Verywell Mind<\/em> menyebut bahwa hari tersebut umumnya dihabiskan di rumah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tak lebih dari setengah responden yang menghabiskan waktunya berlibur di alam atau di rumah temannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dr. Spannagel menjelaskan bahwa bagi orang tua, hal terpenting yang harus mereka lakukan adalah mendukung cara anak menyegarkan pikirannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi bila anak ingin tidur atau sekadar main video games, orang tua tak perlu menyalahkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, di sisi lain, bila anak perlu tempat untuk bicara, orang tua jelas harus lebih proaktif.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, tak jarang anak menghadapi masalah dengan teman-temannya yang membuatnya ingin berkeluh kesah dengan keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p>Memberikan saran agar anak lebih segar secara psikis juga tak ada salahnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Usulkan saja pada anak untuk mencoba berkebun, jogging, membuat kue, hingga memainkan alat musik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:14px\"><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/dampak-buruk-anak-kecanduan-gadget\/\"><\/a><a href=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/dampak-buruk-anak-kecanduan-gadget\/\">7 Dampak Buruk Akibat Anak Kecanduan Gadget, Yuk Hindari!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"3-perlunya-pengawasan\">Perlunya Pengawasan<\/h2>\n\n\n<p>Meskipun hari kesehatan mental anak adalah sesuatu yang baik, namun orang tua dan pendidik tetap perlu berhati-hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan sampai, buah hati memanfaatkannya untuk bermalas-malasan atau menghindari tes.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hari tersebut seyogyanya dialokasikan agar psikis anak membaik untuk menghadapi rutinitas selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dr. Spannagel menyarankan agar hari kesehatan mental anak dialokasikan 1-2 kali dalam periode waktu tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Orang tua juga harus senantiasa mengawasi agar anak tak menyalahgunakan waktu tersebut.<\/p>\n\n\n\n<div data-wp-context=\"{ &quot;autoclose&quot;: false, &quot;accordionItems&quot;: [] }\" data-wp-interactive=\"core\/accordion\" role=\"group\" class=\"wp-block-accordion is-layout-flow wp-block-accordion-is-layout-flow\">\n<div data-wp-class--is-open=\"state.isOpen\" data-wp-context=\"{ &quot;id&quot;: &quot;accordion-item-1&quot;, &quot;openByDefault&quot;: false }\" data-wp-init=\"callbacks.initAccordionItems\" data-wp-on-window--hashchange=\"callbacks.hashChange\" class=\"wp-block-accordion-item is-layout-flow wp-block-accordion-item-is-layout-flow\">\n<h3 class=\"wp-block-accordion-heading\"><button aria-expanded=\"false\" aria-controls=\"accordion-item-1-panel\" data-wp-bind--aria-expanded=\"state.isOpen\" data-wp-on--click=\"actions.toggle\" data-wp-on--keydown=\"actions.handleKeyDown\" id=\"accordion-item-1\" type=\"button\" class=\"wp-block-accordion-heading__toggle\"><span class=\"wp-block-accordion-heading__toggle-icon\" aria-hidden=\"true\">+<\/span><span class=\"wp-block-accordion-heading__toggle-title\">Sumber<\/span><\/button><\/h3>\n\n\n\n<div inert aria-labelledby=\"accordion-item-1\" data-wp-bind--inert=\"!state.isOpen\" id=\"accordion-item-1-panel\" role=\"region\" class=\"wp-block-accordion-panel is-layout-flow wp-block-accordion-panel-is-layout-flow\">\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/www.parents.com\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.parents.com\" rel=\"nofollow\">Parents<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makna Penting dan Mendalam Dibalik Hari Kesehatan Mental Anak &#8211; Sebuah survei yang dilakukan Verywell Mind memperlihatkan hasil yang mengejutkan.&nbsp; Lebih dari itu, 1 dari 3 responden atau 35% peserta survei menyebutkan bahwa anaknya menunjukkan gejala gangguan emosi setidaknya sekali seminggu. Survei yang diberi judul Mental Health Days &amp; Kids tersebut menunjukkan bahwa 54% orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":2529,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[220,81,82],"class_list":["post-2521","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-mental-anak","tag-parenting","tag-tips-parenting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2521","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2521"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2521\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2521"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2521"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2521"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}