{"id":7170,"date":"2025-11-10T03:10:12","date_gmt":"2025-11-09T20:10:12","guid":{"rendered":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/?p=7170"},"modified":"2026-04-01T21:01:16","modified_gmt":"2026-04-01T14:01:16","slug":"edukasi-dari-peristiwa-banjir-di-sumatera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/edukasi-dari-peristiwa-banjir-di-sumatera\/","title":{"rendered":"Peristiwa Banjir di Sumatera dan Membangun Kesadaran Bencana pada Anak Sejak Dini"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><em>Edukasi Bencana pada Anak: Belajar dari Peristiwa Banjir di Sumatera &#8211; <\/em><\/strong>Tragedi yang terjadi di Sumatera memberikan dampak traumatis cukup besar. Tidak hanya untuk orang dewasa namun juga mental anak-anak. Terlebih anak yang kehilangan anggota keluarganya. Bencana yang terjadi cukup besar sehingga berdampak besar juga untuk masyarakat. Lebih dari 900 orang meninggal dunia dan satuan lainnya dinyatakan hilang.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, pemerintah urung menetapkan banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera sebagai bencana nasional. Edukasi anak penting dilakukan baik oleh pemerintah dinas terkait hingga orang tua. Membangun kesadaran akan bencana bisa dilakukan sejak usia dini.&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"577\" src=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-1-1024x577.webp\" alt=\"Edukasi Bencana pada Anak,Belajar dari Peristiwa Banjir di Sumatera-feed 1\" class=\"wp-image-7188\" srcset=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-1-1024x577.webp 1024w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-1-300x169.webp 300w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-1-768x433.webp 768w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-1-1536x866.webp 1536w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-1-450x254.webp 450w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-1-700x395.webp 700w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-1.webp 1932w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Illustrated by ai<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n<div role=\"navigation\" aria-label=\"Table of Contents\" class=\"simpletoc wp-block-simpletoc-toc\"><details class=\"simpletoc\">\n        <summary style=\"cursor: pointer;\">Table of content<\/summary><style>html { scroll-behavior: smooth; }<\/style><ul class=\"simpletoc-list\">\n<li><a href=\"#bangun-kesadaran-anak-dengan-cara-efektif\">4 Cara Efektif Membangun Kesadaran Anak dari Bencana Banjir<\/a>\n\n\n<ul><li>\n<a href=\"#1-melalui-pendekatan-kreatif\">1. Melalui Pendekatan Kreatif<\/a>\n\n<\/li>\n<li><a href=\"#2-simulasi-sederhana-dan-latihan-bertahan-hidup\">2. Simulasi Sederhana dan Latihan Bertahan Hidup<\/a>\n\n<\/li>\n<li><a href=\"#3-didukung-dengan-teknologi-interaktif\">3. Didukung dengan Teknologi Interaktif<\/a>\n\n<\/li>\n<li><a href=\"#4-didukung-dengan-kurikulum-dan-peran-tenaga-pendidik\">4. Didukung dengan Kurikulum dan Peran Tenaga Pendidik<\/a>\n\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li><\/ul><\/details><\/div>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"bangun-kesadaran-anak-dengan-cara-efektif\">4 Cara Efektif <strong>Membangun Kesadaran Anak dari Bencana Banjir<\/strong><\/h2>\n\n\n<p>Semua orang tentu sepakat bahwa anak usia dini cenderung lebih cepat menyerap informasi dari orang lain dengan cara yang menyenangkan. Membangun kesadaran dengan cara efektif adalah langkah tepat. Pada usia ini, anak lebih aktif dan mudah tertarik pada hal beberapa hal seperti permainan dan visual bergambar. Simak rangkaian edukasi di bawah ini:<\/p>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"1-melalui-pendekatan-kreatif\"><strong>1. Melalui Pendekatan Kreatif<\/strong><\/h3>\n\n\n<p>Bermain menjadi salah satu cara paling tepat agar anak bisa menyerap informasi dengan baik. Ajak mereka untuk belajar mengenal pentingnya pengetahuan tentang bencana dengan bernyanyi, permainan, atau aktivitas seni lainnya. Gunakan visual animasi lucu dan berbagai jenis buku cerita yang menggambarkan bencana.<\/p>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"2-simulasi-sederhana-dan-latihan-bertahan-hidup\"><strong>2. Simulasi Sederhana dan Latihan Bertahan Hidup<\/strong><\/h3>\n\n\n<p>Pastikan anak-anak tahu cara sederhana dalam bertahan hidup. Apa saja hal yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana. MIsalnya menunduk atau berlindung di bawah meja ketika terjadi gempa, atau mencari tempat lebih tinggi ketika banjir. Latihan evakuasi semacam ini bisa dilakukan dengan penerapan belajar yang interaktif.<\/p>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"3-didukung-dengan-teknologi-interaktif\"><strong>3. Didukung dengan Teknologi Interaktif<\/strong><\/h3>\n\n\n<p>Perkenalkan juga beberapa teknologi pendukung interaktif yang bisa dijadikan bahan ajar untuk anak-anak. Seperti penggunan aplikasi edukasi VR atau disebut juga Virtual Reality. Pembelajaran semacam ini cukup mendukung dalam penyampaian informasi agar mendapatkan respon anak.<\/p>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"4-didukung-dengan-kurikulum-dan-peran-tenaga-pendidik\"><strong>4. Didukung dengan Kurikulum dan Peran Tenaga Pendidik<\/strong><\/h3>\n\n\n<p>Membangun kesadaran akan bahaya bencana kepada anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua. Namun juga beberapa komunitas dan instansi pemerintahan. Seperti halnya peran tenaga pendidik yang harus ikut aktif. Kurikulum pembelajaran, perlu disisipi bahan ajar mengenai pentingnya edukasi tentang tanggap darurat bencana sejak dini.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:14px\"><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/dampak-buruk-anak-kecanduan-gadget\/\"><\/a><a href=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/edukasi-anak-tentang-risiko-bencana-banjir\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/edukasi-anak-tentang-risiko-bencana-banjir\/\">Bencana Banjir Melanda: Edukasi Anak tentang Risiko Banjir &amp; Perlindungan Diri<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa kegiatan sekolah yang bisa dikembangkan dengan potensi keberlanjutan, seperti pengadaan Hari Kesiapsiagaan Bencana. Dimana anak diberikan kegiatan khusus untuk fokus pada pendidikan kebencanaan. Tidak hanya itu, libatkan ahli bencana untuk memberikan edukasi mendalam mengenai jenis bencana dan cara cepat menghadapinya.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"577\" src=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-2-1024x577.webp\" alt=\"Edukasi Bencana pada Anak,Belajar dari Peristiwa Banjir di Sumatera-feed 2\" class=\"wp-image-7189\" srcset=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-2-1024x577.webp 1024w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-2-300x169.webp 300w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-2-768x433.webp 768w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-2-1536x866.webp 1536w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-2-450x254.webp 450w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-2-700x395.webp 700w, https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Edukasi-Bencana-pada-AnakBelajar-dari-Peristiwa-Banjir-di-Sumatera-feed-2.webp 1932w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Illustrated by ai<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n<h4 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\" id=\"adaptasi-penyampaian-materi-tentang-bencana-sesuai-usia\"><strong>Adaptasi Penyampaian Materi Tentang Bencana Sesuai Usia<\/strong><\/h4>\n\n\n<p>Pendidikan mengenai kebencanaan perlu disesuaikan dengan tingkat pendidikan serta proses emosional dan kognitif setiap usia anak. Hal ini bertujuan untuk memberikan pesan yang lebih signifikan dan dampak efektif. Berikut ini beberapa panduan umum mengenai materi pemberian materi sesuai usia anak:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-size:16px\"><strong>Pada Anak Usia Paud 3-6 Tahun<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Pada usia ini, cara berfikir anak masih meraba namun cepat menyerap informasi. Pembelajaran harus dengan cara menyenangkan. Materi yang bisa diberikan seperti menggunakan media visual&nbsp; menarik seperti video dan buku bergambar. Permainan edukatif serta melakukan latihan simulasi sambil bermain.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-size:16px\"><strong>Usia Sekolah Dasar 7-12 Tahun<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Pada usia ini, anak sudah memiliki konsep yang lebih logis. Penyampaian materi harus lebih rinci serta lengkap beserta penyebab yang lebih konkret. Dorong anak untuk lebih aktif dengan mengajarkan tanda umum awal terjadinya bencana hingga cara sikap menghadapinya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-size:16px\"><strong>Usia Remaja 13 Tahun Keatas<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Remaja dianggap memiliki pemikiran yang lebih kompleks. Pada penyampaian materi ini harus lebih mendalam mengenai analisis risiko, respon tanggap darurat bencana hingga cara pengambilan sikap kepemimpinan jika terjadi bencana. Libatkan komunitas lebih besar untuk mendukung pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:14px\"><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/dampak-buruk-anak-kecanduan-gadget\/\"><\/a><a href=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/edukasi-anak-tentang-risiko-bencana-banjir\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/edukasi-anak-tentang-risiko-bencana-banjir\/\">Bencana Banjir Melanda: Edukasi Anak tentang Risiko Banjir &amp; Perlindungan Diri<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mulai membangun kesadaran usia dini adalah langkah awal yang dapat memberikan keuntungan jangka panjang. Bencana tidak tahu kapan terjadi, namun adanya langkah nyata seperti ini, dipercaya mampu memberikan kontribusi yang positif. Semoga bisa menciptakan anak-anak unggul yang bermanfaat di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<div data-wp-context=\"{ &quot;autoclose&quot;: false, &quot;accordionItems&quot;: [] }\" data-wp-interactive=\"core\/accordion\" role=\"group\" class=\"wp-block-accordion is-layout-flow wp-block-accordion-is-layout-flow\">\n<div data-wp-class--is-open=\"state.isOpen\" data-wp-context=\"{ &quot;id&quot;: &quot;accordion-item-1&quot;, &quot;openByDefault&quot;: false }\" data-wp-init=\"callbacks.initAccordionItems\" data-wp-on-window--hashchange=\"callbacks.hashChange\" class=\"wp-block-accordion-item is-layout-flow wp-block-accordion-item-is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-accordion-heading\"><button aria-expanded=\"false\" aria-controls=\"accordion-item-1-panel\" data-wp-bind--aria-expanded=\"state.isOpen\" data-wp-on--click=\"actions.toggle\" data-wp-on--keydown=\"actions.handleKeyDown\" id=\"accordion-item-1\" type=\"button\" class=\"wp-block-accordion-heading__toggle\"><span class=\"wp-block-accordion-heading__toggle-icon\" aria-hidden=\"true\">+<\/span><span class=\"wp-block-accordion-heading__toggle-title\">Sumber<\/span><\/button><\/h4>\n\n\n\n<div inert aria-labelledby=\"accordion-item-1\" data-wp-bind--inert=\"!state.isOpen\" id=\"accordion-item-1-panel\" role=\"region\" class=\"wp-block-accordion-panel is-layout-flow wp-block-accordion-panel-is-layout-flow\">\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/geografi.upi.edu\/mitigasi-bencana-goes-to-school-membangun-kesadaran-dan-kesiapsiagaan-sejak-dini\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/geografi.upi.edu\/mitigasi-bencana-goes-to-school-membangun-kesadaran-dan-kesiapsiagaan-sejak-dini\/\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">geografi.upi.edu<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/sumsel.antaranews.com\/berita\/343190\/urgensi-edukasi-bencana-sejak-usia-dini\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/sumsel.antaranews.com\/berita\/343190\/urgensi-edukasi-bencana-sejak-usia-dini\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">Antara<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Edukasi Bencana pada Anak: Belajar dari Peristiwa Banjir di Sumatera &#8211; Tragedi yang terjadi di Sumatera memberikan dampak traumatis cukup besar. Tidak hanya untuk orang dewasa namun juga mental anak-anak. Terlebih anak yang kehilangan anggota keluarganya. Bencana yang terjadi cukup besar sehingga berdampak besar juga untuk masyarakat. Lebih dari 900 orang meninggal dunia dan satuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7187,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,144],"tags":[],"class_list":["post-7170","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","category-trending"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7170","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7170"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7170\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7187"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vivalakidsworld.com\/parents\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}