Efek Toxic Parenting, Bahaya Banget! – Memberikan sesuatu yang terbaik adalah sebuah usaha yang selalu diperjuangkan oleh orang tua kepada anaknya.

Ekspetasi yang sangat luar biasa kepada sang anak untuk menjadi yang terbaik merupakan hal wajar tiap orang tua kepada anaknya.

Namun sayang, terkadang dalam praktiknya tidak sedikit orang tua yang hanya mengedepankan ambisi dan egoismenya.

Tidak melakukan pendekatan melalui tenggang rasa kepada anak, sehingga terjadinya kesalahan komunikasi yang berakibat fatal.

toxic parenting
© unsplash

Kesempatan kali kita akan membahas lebih terkait toxic parenting. Berikut pemaparannya :

Mengenal lebih dalam tentang Toxic Parenting

Sebuah pola asuh yang dimana si orang tua berperilaku semena-mena, memberikan rasa kasih sayang buta dan tidak ada sikap menghargai kepada anak.

Istilah tersebut bisa disebut dengan disfunctional family. Ketika dimana romantisme keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau dalam kondisi tidak sehat.

Orang tua yang termasuk dalam toxic parenting biasanya mempraktikan metode yang bisa mengganggu anak bahkan mencelakakannya demi memenuhi hasrat orang tua itu sendiri.

Mereka hanya berfikir kebutuhan anak hanyalah kebutuhan yang terkait dengan kebutuhan premier, sekunder dan tersier. Mereka lupa akan kebutuhan emosional yang perlu dipenuhi oleh anak.

Ciri-ciri Toxic Parenting

Menurut Carelina dan Suherman (2020), toxic parent terbagi pada tiga kategori, yaitu :

Pertama – kategori yang memaknai orang tuanya toxic karena tidak ada kepedulian yang beralasan kepada anak.

Kedua – Anak memaknai orang tuanya berperilaku toxic karena mereka suka membanding-bandingkan si anak.

Ketiga – Orang tua memperlakukan anak sampai membuat si anak trauma dengan melakukan hal-hal yang buruk.

Gaya parenting ini sangatlah tidak baik, pola pengasuhan toxic parenting tentunya akan menjadi sebuah penyakit yang merugikan anak dan orang tua itu sendiri.

Baca Juga : Menjadi Orang Tua Cerdas dengan Gaya Parenting yang Tepat

Dampak Negatif bagi Anak

Pengasuhan dengan toxic parenting memberikan efek negatif yang krusial bagi anak-anak. Mereka akan merasakan penderitaan secara mental.

Anak yang mempunyai karakter penurut akan berusaha keras untuk membahagiakan orangtunya dengan cara segala hal yang mereka inginkan.

Sebaliknya, jika anak berkarakter pemberontak maka mereka akan membangkang untuk orang tuanya.

Hal seperti itu yang terjadi sepanjang hidup anak, maka berdampak pada kesehatan mental yang terganggu. Jika mentalnya terganggu tentunya akan berpengaruh pada perilaku anak dalam kehidupan sehari-harinya.

Pentingnya ketika seorang anak memiliki kesehatan mental yang baik adalah sebuah modal untuk anak dalam menghadapi situasi dalam kehidupanya kelak.

Cara menghindari Toxic Parenting

Setelah kita memahami apa itu toxic parenting, yang dimana ternyata hal tersebut adalah suatu sikap yang harus orang tua hindari. Berikut tips yang dapat dilakukan untuk menghindari toxic parenting :

Kenali Karakter Anak.

Orang tua adalah tempat sebaik-baiknya tempat bagi sang anak, oleh karena itu sudah seharusnya orang tua memiliki perspektif yang lebih untuk mengenali perilaku si anak.

Terkadang memang si anak suka malu untuk terbuka kepada orang tua, karena alasan takut terkena omelan atau hukuman apabila hal yang dicurahkanya tidak sejalan dengan orang tuanya.

Pendekatan yang tepat tentunya akan menjadi nilai lebih agar anak dapat mengenalkan jati diri yang sesungguhnya kepada orang tua.

Menjaga Komunikasi yang Baik dengan Anak.

Komunikasi adalah suatu aspek penting dalam berkehidupan sosial. Tak hanya kepada anak, komunikasi yang baik berlaku pada elemen sosial dimana pun. Komunikasi yang baik tentunya menjadi hal yang wajib diajarkan kepada anak.

Intensitas yang kurang dalam berkomunikasi dengan anak menjadi penyebab toxic parenting itu terjadi. Cobalah untuk memberikan ruang dialog dan menjadikan hal tersebut sebagai waktu yang berkualitas untuk orang tua dan anak.

Kendalikan Emosi Anak.

Rasa Emosional adalah sebagian anugrah yang diberikan kepada setiap manusia. Emosi terbentuk menjadi dua kategori, yaitu emosi baik dan emosi buruk.

Dalam pengasuhan anak terkadang orang tua suka tersulut emosi buruknya karena perilaku anak yang terkadang menyebalkan. Namun perlu diketahui, anak memang suka melakukan hal aneh itu memang adalah cara dia untuk mengeksplor sesuatu.

Hal tersebut bisa menjadi alasan kepada orang tua untuk bisa meredam emosi buruknya agar tidak menimbulkan rasa penyesalan nantinya.

Namun apabila hal itu terlanjur terjadi, maka itu bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengajarkan anak tentang meminta maaf dan memaafkan.

Berikan Ruang Kebebasan pada Anak.

Kebebasan disini bukan berarti melepas lalu membiarkan begitu saja apa yang dilakukan anak. Memberikan kepercayaan kepada anak untuk melakukan sesuatu tentunya menjadi hal yang tepat dalam menghindari toxic parenting.

Memberikan kepercayaan dalam berkebebasan yang terarah tentunya akan menjadi sebuah pengertian untuk anak, bahwa itu bukan suatu pengekangan bagi dirinya.

Demikian penjelasan terkait pengertian toxic parenting dan tips bagaimana menghindarinya.Dalam dunia pendidikan anak tentunya banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjadikan anak sebagai buah hati yang menjadi kedambaan.

Perihal terkait toxic parenting, lalu apa bedanya dengan Tiger Parenting ? simak pada artikel Tiger Parenting, Metode Pola Asuh dari China yang jadi Kontroversi.

Categorized in: